Tampilkan postingan dengan label Rekreasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rekreasi. Tampilkan semua postingan

Danau - Danau Di Dalam Gua Yang Menakjubkan

Danau Yucatan

Danau bawah tanah Macan Che yang terletak di semenanjung Yucatan yang diyakini sebagai anugerah dari dewa suku Maya di Meksiko dan dikenal sebagai danau terlarang.

Danau Luray Caverns
http://roghuzshy.files.wordpress.com/2009/03/danau-bawah-gua-5.jpg
Sungai bawah tanah yg terletak di Luray Caverns, Virginia. Efek pantulan air nya di langit2 gua mirip dengan pantulan emas.
Danau Gua Banff

Danau bawah tanah ini yg terletak di Banff, Kanada. Perlu waktu berapa lama tuh air terjun mini buat menuhin volume danau, sebuah karya cipta alam yang sangat menarik.

Danau Gua Mellisani

Danau bawah tanah yg terletak di Gua Mellisani, Kefalonia, ditemukan karena reruntuhan yg menutupi gua hancur akibat gempa bumi tahun 1953.

Danau Cheddar Gorge
http://www.traveleden.com/images/upload/256_Caves-at-Cheddar-Gorge.jpg
Cheddar Gorge, Sungai bawah tanah yg terletak di salah satu jurang terbesar di Inggris bernama Cheddar Gorge. Terdapat di sebuah gua yg jg bernama Cheddar dmn disini ditemukan tengkorak manusia tertua di Inggris thn 1903 diperkirakan berumur 9000 tahun.

Danau Hamilton
http://roghuzshy.files.wordpress.com/2009/03/danau-bawah-gua-2.jpg
Danau bawah tanah ini dijadikan kolam renang alami yg terletak di Austin, Texas bernama Hamilton.

Danau Gua Lechuguilla

Gua Lechuguilla di Taman Nasional Carlsbad Caverns, New Meksiko merupakan gua terpanjang kelima yg ditemukan. Panjang 193 km dan kedalaman 489 m, terdalam di Amerika Serikat.

sumber: http://strano66.blogspot.com/2010/09/eksotiknya-danau-danau-di-bawah-gua.html

5 Air Terjun Dengan Panorama Eksotis Di Indonesia

Wisata air menghadirkan suasana rileksasi yang menenangkan jiwa. Bagi Anda yang suka wisata air alami tapi kurang nyaman dengan pantai, tak ada salahnya menyimak air terjun yang memiliki keunikan di Tanah Air.

Air terjun adalah formasi geologi dari arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Air terjun dapat berupa buatan yang biasa digunakan di taman atau yang terbentuk di lingkungan pegunungan akibat erosi.

Berikut ini beberapa air terjun yang terkenal karena keunikannya.

Lembah Anai

Terletak di tepi Jalan Raya Padang-Bukittinggi, air terjun ini sebenarnya terletak di kawasan cagar alam Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Di sekitar air terjun terdapat monyet berkeliaran. Air terjun dengan ketinggian sekira 60 meter ini punya pemandangan luar biasa. Pada musim liburan, air terjun ini dikunjungi oleh ratusan pengunjung.

Moramo

Keunikan air terjun ini terletak pada bentuk undakannya. Air terjun Moramo terletak di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Ada yang menghitungnya punya tujuh tingkat, ada yang bilang 10 tingkat, dengan ketinggiannya sekira 100 meter. Konon, air terjun yang terletak di hutan suaka alam Tanjung Peropa ini juga terkenal akan legenda tempat mandi bidadari.

Resun

Air terjun Resun terletak di Daik, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Airnya berasal dari sungai-sungai yang mengairi Gunung Daik dan banyak dikunjungi wisatawan lokal saat hari libur. Kawasan Gunung Daik (1.165 mdpl) dengan tiga cabang pun sebenarnya bisa menjadi tujuan pendakian.

Selain Gunung Daik dan air terjun Resun, ada juga tempat pemandian putri Sultan Mahmud Muhazam Syah, Batu Babi dan Batu Buaya (karena berbentuk mirip seperti babi dan buaya), Batu Belah, pemandian Lubuk Papan, dan air terjun Cik Latif.

Jembatan Batu

Air terjun Jembatan Batu terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara. Sebenarnya, air terjun ini tidak terlalu tinggi, hanya sekira 10 meter. Tetapi yang istimewa, bebatuannya berbentuk seperti jembatan batu alami. Selain itu, ada air terjun mini yang memungkinkan aktivitas panjat tebing.

Taman Nasional Bantimurung

Air terjun setinggi 15 meter dengan lebar 20 meter ini memberikan daerah yang luas bagi pengunjung untuk menikmati curahan air sejuk. Di sekitar air terjun, terdapat cekungan-cekungan sungai yang biasa dimanfaatkan sebagai tempat berenang.

Selain menikmati keindahan air terjun, pengunjung Taman Nasional Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan, juga bisa mengunjungi Gua Mimpi yang terkenal dengan stalaktit beningnya. Bantimurung juga terkenal sebagai “Kerajaan Kupu-kupu” karena taman ini adalah habitat bagi ribuan kupu-kupu.

sumber

Jalan - Jalan Yuk Keliling Semarang

Liputan6.com, Semarang: Banyak tempat di Kota Semarang, Jawa Tengah yang layak dikunjungi. Berbagai wisata, baik alam, religi atau kuliner tersedia di Semarang. Jalan-jalan menikmati tempat-tempat wisata di ibu kota Jateng ini merupakan pilihan tepat dalam mengisi liburan atau menyegarkan pikiran akibat aktivitas yang menumpuk.
Salah satu tempat wisata religi adalah Masjid Agung. Selain tempat ibadah, salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara ini digunakan sebagai hotel, perkantoran, dan toko suvenir. Bangunan utama masjid adalah menara setinggi 99 meter. Menara dibangun sesuai dengan 99 nama Allah.
Menara sering digunakan untuk menentukan awal Ramadan. Pengunjung yang tertarik untuk naik menara ini harus membayar Rp 3.000. Di atas menara, pengunjung dapat melihat suasana Kota Semarang melalui teropong hanya dengan memasukkan uang koin Rp 500.
Ada pula Pagoda Avalokitesvara di kompleks Vihara Buddhagaya Watugong. Tempat ibadah umat Buddha ini dibangun pada 2005. Bangunan setinggi 40 meter dan gaya arsitek Cina ini ditetapkan Museum Rekor Indonesia sebagai pagoda tertinggi di Indonesia.
Sementara wisata kuliner salah satunya dijumpai di Kampung Laut yang merupakan rumah makan terapung terbesar di Semarang. Rumah makan menawarkan berbagai menu seperti bandeng saus kampung laut, cah baby kailan, salad buah dan minuman jus jagung. Sambil makan, pengunjung dimanjakan pemandangan laut yang indah.
Wisata di Kabupaten Semarang juga tak kalah dengan di kota. Salah satunya adalah Hills Joglo Villa di kaki Gunung Ungaran. Kawasan ini menyuguhkan suasana pedesaan asri karena dikelilingi areal persawahan. Berbagai rumah joglo juga terdapat di sini. Salah satunya, rumah yang dibangun 1822 di Desa Godong. Beberapa furnitur di dalamnya masih asli.

Berbagai fasilitas, seperti kolam renang dan galeri ada di rumah ini. Ketika memasuki galeri, pengunjung dapat melihat aneka lukisan, keramik maupun gerabah antik. Antara lain, gerabah antik yang ditemukan di Pulau Jawa dan Bali. Ada pula keramik antik yang berasal dari Vietnam.
Pengunjung yang ingin bernostalgia ke zaman Belanda, dapat singgah di Museum Kereta Api Ambarawa, museum tertua peninggalan Belanda. Banyak terdapat jenis lokomotif, seperti lokomotif yang beroperasi pada 1900. Lokomotif berkecepatan 75 kilometer per jam ini masih berbahan bakar kayu bakar. Pengunjung bisa berwisata jalan-jalan dengan lokomotif bermesin uap dengan membayar sewa Rp 3,25 juta.
Setelah puas jalan-jalan, pengunjung dapat mengisi perut di Warung Makan Mba Toen. Makanan khas yang ditawarkan warung ini ialah pecel keong. Kenikmatan keong sawah ini bisa dilengkapi dengan sayuran kol,toge, sawi dan daun semanggi.
Ada pula Kampung Kopi Banaran di Jalan Raya Bawen, Ambarawa. Berbagai fasilitas ditawarkan di kawasan ini antara lain kolam renang, lapangan tenis, tempat bermain, perkemahan, dan aula. Pengunjung bisa mengelilingi kawasan ini dengan menggunakan kereta wisata dengan membayar Rp 4.000.
Tak hanya melihat perkebunan kopi, pengunjung menyaksikan pemandangan alam yang indah. Sebab pengunjung dapat melihat lima gunung sekaligus, yakni Sumbing, Gajah Mungkur, Kelir, Elomoyo dan Merbabu. Untuk menutup perjalanan menyusuri kebun kopi, pengunjung menikmati panorama matahari terbenam sambil ditemani secangkir kopi dan sepiring gorengan khas.(REN/Tim Melancong Yuk)

Obyek Wisata Indonesia Yang Berstatus "WORLD HERITAGE "

World Heritage of Nature
Indonesia memiliki 4 objek dengan status “World Heritage of Nature”. Objek-objek tersebut antara lain adalah:

1. Taman Nasional Ujung Kulon
Taman yang menjadi taman nasional pertama yang diresmikan di Indonesia ini mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Taman nasional ini terletak di bagian paling barat dari Pulau Jawa. Taman yang juga meliputi wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang ini memiliki luas sekitar 1.206 km2, di mana 443 km2 di antaranya adalah laut. Sebenarnya, pada awalnya, taman ini merupakan daerah pertanian sampai akhirnya menjadi hancur lebur dan habis penduduknya akibat letusan Gunung Krakatau pada tanggal 27 Agustus 1883. Kejadian tersebut menyebabkan kawasan ini kembali menjadi hutan.




Saat ini kawasan tersebut dijadikan sebagai kawasan perlindungan untuk satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Satwa langka lain yang dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

2. Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Taman yang terletak di antara pulau Sumbawa dan Flores ini terdiri atas tiga pulau besar, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil lainnya. Taman ini didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi komodo serta habitatnya. Selain komodo, di taman nasional ini juga terdapat sekitar 277 spesies hewan lainnya yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia. Selain itu, terdapat pula sekitar 253 spesies terumbu karang di perairannya yang terkenal juga sebagai salah satu titik terbaik di dunia untuk menyelam. Kini, taman nasional ini juga masuk menjadi salah satu dari nominasi 7 keajaiban dunia.

3. Taman Nasional Lorentz
Taman Nasional Lorentz, Papua Barat diakui oleh UNESCO pada tahun 1999. Dengan luas wilayah sebesar 25.000 km2, taman nasional ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis. Taman ini memiliki keanekaragaman hayati yang mengagumkan. Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di taman ini berjumlah sekitar 630 jenis burung dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini yakni dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik di antaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx). Satwa mamalia yang tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

4. Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera (Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan)
Warisan hutan hujan tropis Sumatera yang meliputi tiga taman nasional tersebut mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 2004.




Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sendiri merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang secara administrasi pemerintahan terletak di dua provinsi, yakni Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. TNGL ini meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pengunungan tinggi yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis. Di kawasan TNGL ini, terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora) serta Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan pencekik.



Sedangkan, taman nasional Kerinci Seblat merupakan taman nasional yang terbesar di Sumatera. Taman ini membentang ke empat provinsi, yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Taman ini terdiri dari Pegunungan Bukit Barisan yang merupakan wilayah dataran tertinggi di Sumatera, mata air-mata air panas, sungai-sungai beraliran deras, gua-gua, air terjun-air terjun dan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara, Gunung Tujuh. Taman nasional ini juga memiliki beragam flora dan fauna. Sekitar 4.000 spesies tumbuhan tumbuh di wilayah taman nasional termasuk bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldi, dan bunga tertinggi di dunia, Titan Arum. Fauna di wilayah taman nasional terdiri antara lain Harimau Sumatra, Badak Sumatra, Gajah Sumatra, Macan Dahan, Tapir Melayu, Beruang Madu dan sekitar 370 spesies burung.



Taman Nasional Bukit Barisan Selatan termasuk dalam administrasi wilaya Lampung Barat dan wilayah Tanggamus, di mana keduanya adalah bagian dari Provinsi Lampung. Taman ini sangat kaya dalam hal keanekaragaman hayati dan merupakan tempat tinggal bagi tiga jenis mamalia besar yang paling terancam di dunia: gajah Sumatera (kurang dari 2000 ekor yang bertahan hidup saat ini), badak Sumatera (populasi global keseluruhan: 300 individu dan semakin berkurang drastis jumlahnya) dan harimau Sumatera (populasi global keseluruhan sekitar 400 individu). Taman ini masuk juga dalam Global 200 Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar dan laut di bumi yang paling mencolok dari sudut pandang biologi yang dibuat oleh WWF. Taman ini disorot sebagai daerah prioritas untuk pelestarian badak Sumatera melalui program Asian Rhino and Elephant Action Strategy (AREAS) dari WWF. Selain itu, IUCN, WCS dan WWF telah mengidentifikasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Unit Pelestarian Macan (Wikramanayake, dkk., 1997), daerah hutan yang paling penting untuk pelestarian harimau di dunia. Terakhir, pada tahun 2002, UNESCO telah memilih daerah ini untuk diusulkan sebagai World Heritage Cluster Mountainous Area beserta Taman Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat.

World Heritage of Culture
Indonesia memiliki 3 objek dengan status “World Heritage of Culture”. Objek-objek tersebut antara lain adalah:

1. Candi Borobudur







Candi Borobudur mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Merupakan candi Buddha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini didirikan oleh penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Candi yang bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala (lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha) ini tidak memakai semen sama sekali dalam pembangunannya, melainkan dengan sistem interlock (seperti balok Lego yang bisa menempel tanpa lem).

2. Candi Prambanan







Candi Prambanan mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi yang terletak 17 km dari pusat kota Yogyakarta ini dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, yakni Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Candi ini memiliki tiga candi utama di halaman utama, yakni Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut merupakan lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu.

3. Situs Sangiran






Situs Sangiran diakui UNESCO pada tahun 1996. Merupakan sebuah situs arkeologi yang terletak di Jawa Tengah. Secara administratif terletak di kabupaten Sragen dan Karanganyar. Pada awalnya penelitian Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakan Kubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian terbuka melalui proses erosi sehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan di masa lampau. Di situs ini, kita bisa menemukan banyak informasi soal sisa-sisa kehidupan masa lampau. Selain itu, terdapat informasi lengkap tentang sejarah kehidupan manusia purba dengan segala hal yang ada di sekelilingnya. Dari soal tempat hidup, pola kehidupannya, satwa yang hidup bersamanya sampai proses terjadinya bentang alam dalam kurun waktu tidak kurang dari 2 juta tahun yang lalu.

World Heritage of Intangible Culture
Di kategori ini, Indonesia memiliki 4 objek, yakni:

1. Wayang
Merupakan seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Pulau Jawa dan Bali. Sunan Kali Jaga dan Raden Patah sangat berjasa dalam mengembangkan Wayang. Para Wali di Tanah Jawa sudah mengatur sedemikian rupa menjadi tiga bagian. Pertama Wayang Kulit di Jawa Timur, kedua Wayang Wong atau Wayang Orang di Jawa Tengah, dan ketiga Wayang Golek di Jawa Barat. Masing masing sangat bekaitan satu sama lain. Yaitu “Mana yang Isi (Wayang Wong) dan Mana yang Kulit (Wayang Kulit) harus dicari (Wayang Golek)”. Pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).






Saat ini, wayang tidak hanya sebatas wayang kulit dan wayang orang saja, ada juga e-wayang yang keseluruhan proses pembuatannya menggunakan sarana dan fasilitas digital. E-wayang dapat dilihat melalui website

2. Keris
Keris mendapatkan pengakuan UNESCO pada tahun 2005. Keris yang saat ini kita kenal adalah hasil proses evolusi yang panjang. Keris modern yang dikenal saat ini adalah belati penusuk yang unik dengan bermacam bentuk. Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.

3. Batik






Batik diakui sebagai World Heritage oleh UNESCO pada tahun 2009. Untuk merayakannya, Indonesia menjadikan setiap tanggal 2 Oktober sebagai hari batik nasional. Batik Indonesia memiliki motif bermacam-macam tergantung pada daerahnya.

4. Angklung



Angklung direncanakan akan mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tanggal 18 November yang akan datang. Alat musik bambu yang dapat menghasilkan suara sangat indah ini gemanya sudah terkenal hingga ke mancanegara.

7 Pantai Terindah Di Bali

Bali merupakan pariwisata yang diakui oleh Seluruh Dunia akan keindahan alam dan kekayaan budayanya yang sangat kental, pantai di Balipun merupakan salah satu dari 10 pantai terbaik di Dunia, dimana dan apa sajakah pantai terindah dibali ini?

1.Padang Bai

Pantai Padang Bai terletak di pelabuhan penyebrangan Bali � Lombok yaitu Padang Bai, pantainya cukup terjaga kebersihan dan keindahannya. Bagi pemancing dan para penyelam (diver) sangat suka dipantai ini. Karena biarpun bersebelahan dengan pelabuhan tetapi biota lautnya masih sangat terjaga dengan baik. Namun hati hati kalau mau menyelam disini, terkadang arusnya sangat kencang.

2.Pantai Legian dan Seminyak

Memang pantai yang terletak di utara pantai kuta mempunyai suasana yang sama dengan pantai Kuta, tetapi pantai di Legian dan Seminyak yang membedakan dengan pantai Kuta adalah kebersihan dan suasana yang tidak begitu ramai. Pantai legian dan seminyak ini merupakan tempat favorite memotret sunset saya, karena suasana sunset setiap harinya tidak pernah sama dan sangat unik.

3.Pantai Dreamland.

Pantai ini sangat disukai turis turis mancanegara, pasir putihnya membentang sangat luas. Dan karang karang besar memperindah pantai ini, salah satu pantai pasir putih di bali yang sangat indah dan eksotik. Hanya sayang akses ke tempat ini agak susah karena harus memasuki komplek perumahan mewah dan jalan yang sangat curam kebawah, agar berhati hati dikala musim hujan.

4.Pantai Sanur

Daerah sanur dan sekitarnya salah satu daerah wisata yang pertama berkembang di Bali, kita dapat merasakan suasana desa dengan kedamaian dibandingkan di daerah pantai yang lain. Semenjak direnovasi besar besaran Pantai sanur saat ini berubah menjadi pantai yang sangat cantik dan bersahabat. Banyaknya aktivitas dan resort2 yang berada didaerah sanur tersebut membuat Pantai Sanur salah satu pantai alternative yang layak dikunjungi.

5.Pantai Amed dan Tulamben

Pantai Amed dan Tulamben adalah pantai yang bersebelahan, hampir mirip karakter kedua pantai ini. Tetapi pantai amed masih sangat perawan dan tidak banyak turis domestic yang dating kesini. Pantai Tulamben sangat disenangi oleh para Diver yang ingin menyelam disini. Karena disini terdapat kapal perang US yang karam dan tidak terlalu dalam. Sehingga pantai ini adalah salah satu pantai yang eksotik dibali.

6.Pantai Lovina

Pantai yang terkenal yang terletak di utara pulau Bali, karakter pasir disini sedikit berbeda dipantai pantai bali lainnnya karena pasir hitamnya. Selain itu yang sangat terkenal di Pantai Lovina ini adalah setiap pagi kita bisa menyaksikan segerombolan Ikan Lumba � lumba yang bermain di pantai ini, untuk melihat lumba lumba ini kita bisa menyewa perahu nelayan yang bisa dipesan dihotel atau langsung ke nelayannya. Jangan lupa membawa lensa tele dan wide, karena bisa saja tiba tiba lumba lumba tersebut muncul disamping anda.

7.Pantai Candi Dasa

 
Disebelah timur Pulau Bali dan 2 perjalanan dari Denpasar anda akan menemui daerah wisata yang cukup dikenal yaitu candi Dasa, dan keindahan pantainya yang sangat memukau. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di pantai ini, salah satunya adalah snorkeling dan diving bisa anda lakukan disini.

Kunjungi Wisata Agro DiBoyolali.

AGROWISATA SAPI PERAH
Terletak di Kecamatan Cepogo. Jarak 13 km ke arah Barat dari Kabupaten Boyolali.
Para pengunjung dapat mengamati langsung proses pemeliharaan dan pemerahan susu sapi setelah mengetahui prosesnya pengunjung dapat langsung menikmati susu segar atau membeli untuk dibawa pulang.



AGROWISATA SAYUR
Terletak di kawasan objek wisata Selo, 25 km ke arah Barat dari Kabupaten Boyolali.
Para pengunjung dapat menikmati dan memetik sendiri aneka ragam sayuran, antara lain : wortel, kol, daun adas, dan lain-lain.













AGROWISATA PADI

Jarak 10 km ke arah Timur Kabupaten Boyolali.
Agro wisata padi merupakan wahana yang tepat untuk menumbuh-kembangkan kecintaan generasi muda pada padi.
Dengan adanya agro wisata padi, generasi muda akan dapat berinteraksi langsung dengan obyek wisata.

Menikmati Salah 1 Waduk Di Utara Boyolali

WADUK BADHE (BADE LAKE)
Terletak di Desa Bade Kecamatan Klego sekitar 40 km ke arah utara dari Kota Boyolali sebagai sarana irigasi bagi pertanian dan perikanan bagi masyarakat sekitar, memiliki pemandangan alam yang mempesona.
It's located in Bade Village, Klego sub district, more or less 40 kms to the north from Boyolali City. The lake is for watering the rice plants, fish pools and of couse for the people around. It has a beautiful scenery.

FASILITAS / FACILITIES:

  • Rumah Makan Lesehan / Floating Restaurant.
  • Wisata Air / Water Resort.
  • Pancingan / Fishing Area.
  • Area Lomba Burung (Bird of competition area)

Sumber: http://www.boyolalikab.go.id/

Salah 1 Tempat Wisata Andalan Kab.Boyolali Yang Perlu Dikunjungi.....Obyek Wisata Alam ARGA MERAPI-MERBABU

Terletak 25 km dari Kota Boyolali kearah barat.
Obyek Wisata Gunung Merapi salah satu gunung yang teraktif di dunia,selain itu pemandangan alamnya sangat indah serta panorama alam masih asli.

Bagi pecinta alam yang senang berpetualang merupakan jalur terpendek untuk mencapai puncak gunung Merapi 4 jam dan untuk mencapai puncak gunung Merbabu 8 jam.
Dengan mendaki puncak Merapi para pendaki dapat melihat matahari terbit "Sun Rise."

Setiap malam 1 Suro diadakan Upacara Tradisional Sedekah Gunung sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Lonjakan wisata pendakian pada menjelang tgl 1 Suro, Tahun Baru, 17 Agustus (Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Merapi).

FASILITAS / FACILITIES :

  • TIC (Tourism Information Centre) Joglo Merapi I
  • Home Theatre New Selo.
  • Wall Climbing
  • Lap. Tenis.

AKOMODASI / ACOMODATION:

  • Gedung Diklat.
  • Bungalow Terseyum.
  • Home Stay.
  • Warung Makan / Makanan Khas Selo
  • Souvenir.

Mau Tau Obyek Wisata Andalan Kab.Temanggung?Datang Aja Ke Obyerk Wisata Jumprit

SEJARAH DAN LEGENDA
Dulu keberadaan Umbul Jumprit hanya diketahui oleh kalangan tertentu saja. Tetapi sejak awal 1980-an, jumlah pengunjung terus meningkat, terutama mereka yang ingin berziarah ke makam Ki Jumprit dan mandi kungkum di Umbul Jumprit. Pada tanggal 18 Januari 1987, Pemerintah Kanupaten Temanggung menentapkan Jumprit sebagai Kawasan Wanawisata. Setahun kemudian, Kawasan itu diresmikan Gubernur Jawa Tengah (saat itu HM Ismail).
Namun Jumprit sudah disebutkan dalam serat Centini, terutama dikaitkan dengan legenda Ki Jumprit yang merupakan ahli nujum di Kerajaan Majapahit. Ki Jumprit bukan hanya dikenal sakti mandraguna, tetapi juga salah seorang putra Prabu Brawijaya, Raja Majapahit.
Dia meninggalkan kerajaan, agar bisa mengamalkan ilmu dan kesaktiannya kepada masyarakat luas. Perjalanan panjangnya berakhir di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung.
Beberapa tokoh masyarakat meyakini, Ki Jumprit adalah leluhur dari masyarakat Temanggung yang tersebar di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing. Namun hal ini masih memerlukan kajian mendalam, terutama dari aspek kesejarahan.
Yang pasti ada beberapa lokasi yang diyakini sebagai petilasan KI Jumprit. Makamnya pun berada tak jauh dari Umbul Jumprit. Dua lokasi inilah yang kerap dikunjungi peziarah, terutama komunitas tertentu yang terbiasa melakukan tirakat.
Sebagai ahli nujum, Ki Jumprit pernah meramal suatu saat nanti Temanggung akan menjadi daerah makmur. Sebagian ramalannya terbukti benar. Petani di lereng Sumbing dan Sindoro relative hidup berkecukupan melalui tanaman tembakau. Komoditas ini mulai popular sejak awal tahun 1970-an.
Tingkat pendidikan dan derajat kesehatan masyarakat di Temanggung pun termasuk kelompok apan atas di Jawa Tengah, terutama jika dibandingkan dengan Kabupaten lainnya. Meskipun komoditas tembakau tidak lagi secemerlang dulu, kesejahteraan masyarakat Temanggung masih di atas rata-rata masyarakat Jawa Tengah.

EKSOTISME WANAWISATA JUMPRIT
Wanawisata Jumprit merupakan salah salah satu obyek wisata yang eksotis di Kabupaten Temanggung. Tempat ini buka sekadar menawarkan wanawisata (wisata hutan) saja, tetapi juga menghadirkan objek wisata alam pegunungan yang indah.
Awal keramaian obyek wisata ini terjadi sejak awal 1980-an, ketika banyak peziarah yang melakukan wisata spiritual di Makam Ki Jumprit di dekat Umbul Jumprit yang letaknya bersebelahan. Mereka bersemedi di sekitar makam, kemudian diakhiri mandi kungkum di mata air yang tak pernah kering.
Kawasan ini berada di ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut (dpl) dan berada di lereng Gunung Sindoro tempatnya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo. Jaraknya hanya sekitar 26 km dari barat laut kota Temanggung.
Kawasan Jumprit berada di jalur strategis, yaitu jalur wisata Borobudur-Dieng, Semarang-Bandungan-Dieng, serta dari berbagai arah dengan kemudahan aksesibilitas, baik dari Wonosobo, Kendal, Maupun Yogyakarta. Perjalanan juga bisa ditempuh dengan kendaraan umum dari ibu kota Kecamatan Ngadirejo. Lebih baik lagi menggunakan kendaraan pribadi. Jalan menuju lokasi sudah diaspal, sehingga perjalanan cukup menyenangkan. Apalagi dalam perjalanan menuju Jumprit, wisatawan juga bisa menikmati panorama alam pegunungan yang indah dan agrowisata sayuran.
Jika ingin menginap dikawasan ini juga tersedia wisma Perhutani atau bisa juga mendirikan tenda di bumi perkemahan.
Wisatawan bisa menikmati udara segar dan indahnya pemandangan saat matahari terbit. Karena berada di lereng Sindoro, hawa ditempat ini cukup dingin. Airnya juga dingin, jernih dan menyegarkan. Wisatawan yang bermalam dianjurkan membawa jaket.
Jika datang pada siang hari pun, pengunjung masih bisa merasakan sisa-sisa kesejukan saat memasuki kawasan hutan. Banyaknya belantara pepohonan dan letaknya yang berada di lereng Sindoro membuat hawa panas sepertinya enggan menyapa tempat tersebut.
Wisatawan juga bisa bersau dengan sekawanan burung di alam bebas, yang akan selalu menyambut dengan ocehan yang saling bersahutan. Atau bertemu sekawanan kera liar (sekitar 25-30 ekor) di lokasi wanawisata. Konon populasi kera ini tidak pernah bertambah atau berkurang.

UMBUL JUMPRIT
Pada sebuah kawasan yang agak mendatar, di antara rerimbunan pohon, terlihat bangunan menyerupai candi. Langgam arsitekturnya mirip dengan bangunan peninggalan Majapahit di Mojokerto (Jawa Timur).
Bangunan yang telah berumur ratusan tahun itu menjadi gerbang dari sebuah tempat yang dikeramatkan. Tetapi ia bukanlah gerbang utama yang sudah dilalui sebelum tiba di bangunan mirip candi tersebut.
Di balik bangunan itulah terdapat Umbul Jumprit. Air dari umbul ini juga dimanfaatkan penduduk sekitar untuk keperluan sehari-hari, termasuk mengairi sawah dan kebun. Keberadaan umbul di antara belantara hutan juga menghadirkan panorama alam yang sungguh indah. Benar-benar menghibur hati ketika berada di antaranya.
Mata air ini ridak pernah kering, meski saat kemarau panjang. Airnya sangat dingin (walau pada siang hari) serta sangat jernih, karena berasal dari sumber di pegunungan. Air inilah yang juga “mengisi” sungai Progo.
Banyak peziarah yang bermeditasi dan mandi kungkum di sini. Puncak keramaian perziarah biasanya terjadi pada dua hari keramat “Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon”. Apalagi jika waktu sudah meninggalkan pukul 24.00.
Seusai kungkum, mereka membuang pakaian dalam sebagai symbol membuang sial, sekaligus berharap rezeki baru bakal datang.
Malam 1 Suro juga sangat ramai, didukung atraksi wisata di SendangSidukun, yaitu tradisi Suran Traji dengan aneka ritual menebar Jimat Pengantin Lurah Traji. Upacara ini sudah dilakukan ratusan tahun lalu, yaitu berupa kirab lurah.
JUmprit juga menjadi tempat yang disucikan umat Budha di Indonesia. Setiap berlangsung upacara Trisuci Waisak di Candi Borobudur, air keberkahan selalu diambil dari umbul tersebut.
Biasanya pengambilan air suci dilakukan tiga hari sebelum prayaan waisak. Berbagai tradisi yang masih  lestari ini bisa dijadikan salah satu modal pendukung wisata Jumprit. Air Jumprit dipercaya sebagian orang bisa membuat awet muda, enteng rezeki, dekat jodoh dan sarana membuanag sial.
Di dekat mata air terdapat maka Ki Jumprit, sosok ahli di Kerajaan Majapahit, yang selalu ramai dikunjungi peziarah untuk keperluan meditasi dan mandi kungkum.

POTENSI ARUNG JERAM
Pemerintah Kabupaten Temanggung  berencana mengembangkan kawasan wisata Jumprit, dan sudah membuat proposal pengembanganya, di mana kawasan ini dibagi menjadi empat zona pada areal seluas 80 ha.
Zona I dirancang untuk area parkir, panggung terbukam danau buatanm serta pemandian (tempat kungkum). Zona II untuk arena pacuan kuda, tempat parker, pasar buah/sayur, dan kios cendera mata. Sedangkan buki perkemahan dan hutan wisata berada di Zona II. Zona IV untuk hotel, wisma, kolam renang dan restoran.
Zonaisasi  ini membuka peluang bagi calon investor untuk ikut serta mengembangkan potensi wisata di kawasan Jumprit. Sebab kawasan ini memang menjanjika. Di luar item-item yang terangkum dalam zonaisasi itu , masih ada beberapa alternative lain yang bisa ditawarkan Disbudparpora (Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga) Kabupaten Temanggung.
Misalnya potensi agrowisata dan wisata arung jeram. Kalau Magelang dan Kulonprogo bisa menciptakan wisata arum jeram di Kali Progo, mengapa Temanggung yang juga memiliki sungai itu  tidak melakukan hal serupa? Bahkan, Air jernih yang mengalir deras di Kalo Progo berasal dari Umbul Jumprit.
Arum Jeram kini menjadi tren Kawula muda di berbagai kota di Indonesia. Tak heran jika wisata dengan minat khusus ini berkembang pesat pula di Wonosobo, Banjarnegara dan Banyumas dengan memanfaatkan Sungai Serayu.
Saya sekali jika para pemilik kapital tak melirik potensi besar di Jumprit. Pengembangannya dapat dimulai dari jembatan Kali Progo di Kranggan. Artinya calon penikmat arung jeram bisa start dari sana. Lokasi ini dekat dengan jalan raya, sehingga tidak sulit bagi pengelola untuk menggotong perahu karet.
Tempat ini juga lapang dan datar, dengan arus sungai yang sedang dalam keadaan normal. Panorama alamnya juga indah.
JIka dibangun sarana prasarana baru, kawasan Jumprit bisa menjadi obyek wisata andalan di Jawa Tengah. Diperkirakan mampu menarik minat wisatawan yang bekunjung ke Candi Borobudur (Kabupaten Magelang) serta Dataran Tinggi Dieng (Wonosobo/Banjarnegara) karena Jumprit berada di Jalur wisata strategis tersebut.

BLEDUK KUWU Wisata Alam Yang Menakjubkan Di Grobokan Jateng

PDF Cetak E-mail
Alam indonesia kita sangatlah kaya akan keanekaragaman alam dan budaya, banyak sekali tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia ini yang tidak banyak orang tahu, salah satunya adalah Tempat Wisata Bledug Kuwu yang ada didaerah Purwodadi Jawa Tengah. Tempat wisata yang satu ini sangatlah unik, sangat berbeda dengan tempat wisata-wisata lainnya, tempat wisata ini bernama Bledug Kuwu.

Jika di Amerika Serikat kita dapat menjumpai SALT LAKE (padang garam) yang berasal dari dangkalan laut kemudian berubah menjadi daratan luas, dan pada saat ini daratan tersebut sering digunakan sebagai ajang pengujian kendaraan tercepat didunia. Lain halnya dengan dangkalan laut yang terdapat di Indonesia, sekaligus merupakan keajaiban alam yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain, namanya bledug kuwu, letaknya disamping desa kluwu, kecamatan kradenan kabupaten grobogan, juga karena suaranay yang secara periodik meletupkan bunyi bledug(seperti meriam yang terdengar dari kejauhan)dari gelembung lumpur bersamaan dengan keluarnya asap, gas dan air garam. Melalui proses tersebut menjadikan daratan bledug yang dulunya berada didasar laut, sekarang menjadi daratan yang mempunyai ketinggian kurang lebih 53m dari permukaan laut. Luas arealnya 45Ha dengan suhu minimum 31derajat celcius.

Untuk melalui Tempat Wisata Bledug kuwu ini kita harus menempuh jalan darat, dari semarang melalu purwodadi sampai ke desa Kluwu. Selama perjalanan kita disuguhi banyak sekali pemandangan alam yang sangat indah, hamparan sawah yang hijau dan langit yang biru. Pemandangan bukit-bukit yang begitu indah, sehingga perjalanan untuk menuju tempat wisata ini tidaklah terasa membosankan. Karena mata kita sangat segar karena memandang pemandangan alam yang serba hijau dan indah.

Sesampai di Bledug Kuwu, ada perbedaan yang sangat mencolok. Selama perjalanan kita disuguhi oleh pemandangan alam yang indah dan subur, tetapi sangat bertolak belakang dengan Bledug Kuwu. Daerah yang sangat tandus, panas, dan tidak subur. Tetapi ini menjadikannya sangat indah, dua sisi yang berbeda. Selain menikmati keindahan wisata Bledug Kuwu, ternyata disana banyak sekali penduduk desa yang mencari nafkahnya dari Bledug Kuwu sebagai petani garam. Dari sumber air garam bledug kuwu, petani garam mengolahnya hingga menjadi garam dapur. Kemashyuran rasa garam gledug kuwu pernah tercatat dalam sejarah keraton surakarta. Hal ini dapat dibuktikan melalui berbagai keterangan dari masyarakat sekitarnya. Didaerah ini terdapat gunungan-gunungan kecil yang puncaknya mengeluarkan lumpur berwarna kekuning kuningan.

Bledug Kuwu mempunyai keistimewaan tersendiri, apabila dilihat dari peta geologi Dr AJ Panekoek, bahwasanya tanah-tanah yang ada bledugnya adalah jenis Aluvial Plains(tanah endapatan atau tanah mengendap) bersamaan dengan meletupnya bledug, keluarlah uap, gas dan air garam. Suara bledug terjadi karena muntahnya kawah yang berupa lumpurdengan warna kelabu atau kelabu kehitam hitaman, tetapi kalau dicampur dengan air maka akan menjadi putih. Apabila diendapkan air endapan bledug kuwu adalah tanah kapur dan tepat sekali apabila disitu dulunya laut kemudian menjadi daratan, karena erosi dari gunung kapur sudah tentu tanah endapannya mengandung kapur.

Sebagaimana obyek-obyek wisata alam lainnya di tanah air, obyek wisata Bledhug Kuwu juga memiliki legenda yang cukup memikat yang melatar-belakangi kemunculannya.

Dikisahkan, pada sekitar abad ke-7 Masehi, daerah Grobogan termasuk dalam wilayah Kerajaan Medang Kamolan yang diperintah oleh Dinasti Sanjaya/Syailendra. Salah seorang raja dari dinasti ini adalah Dewata Cengkar, seorang yang konon amat gemar makan daging manusia. Karena kesukaan raja yang aneh tersebut, membuat rakyat merasa ketakutan. Mereka tidak ingin menjadi santapan sang raja yang haus darah itu. Berbagai cara dilakukan untuk melawan sang raja, tetapi semuanya sia-sia saja. Tak ada yang bisa mengalahkan kesaktian sang raja.

Beberapa waktu kemudian, muncullah Ajisaka, seorang pengembara, yang merasa prihatin dengan penderitaan yang dialami oleh rakyat. Ajisaka pun kemudian berusaha untuk menghentikan kebiasaan sang raja. Dengan disaksikan oleh ribuan pasang mata, Ajisaka pun menantang adu kesaktian dengan sang raja. Banyak orang yang menyangsikan kemampuan Ajisaka, mengingat tubuhnya yang kecil. Namun apa pun, masyarakat tetap menaruh harapan kepada Ajisaka.

Sang raja yang menerima tantangan Ajisaka hanya terbahak-bahak. Raja pun menawarkan, kalau seandainya Ajisaka mampu mengalahkannya, maka Ajisaka berhak memperoleh hadiah berupa separuh wilayah kerajaan. Sebaliknya, jika Ajisaka kalah, maka raja akan memakan tubuh Ajisaka.

Ajisaka pun menyanggupi semua tawaran sang raja. Adapun permintaan terakhir Ajisaka kepada sang raja adalah, jika dia kalah dan tubuhnya dimakan oleh sang raja, Ajisaka memohon agar tulang-tulangnya nanti ditanam dalam tanah seukuran lebar ikat kepalanya.

Tentu saja sang raja segera mengiyakan dan sama sekali tidak menduga bahwa ikat kepala Ajisaka itu adalah ikat kepala yang mengandung kesaktian. Ajisaka segera melepas ikat kepalanya dan kemudian menggelarnya di atas tanah. Ajaib, ikat kepala itu berubah menjadi melebar. Raja Dewata Cengkar menggeser tempat berdirinya. Hal itu berlangsung terus seiring dengan makin mebelarnya ikat kepala Ajisaka, sampai akhirnya Dewata Cengkar tercebur di Laut Selatan. Namun Dewata Cengkar tidak mati, sebaliknya, tubuhnya menjelma menjadi bajul (buaya) putih. Sepeninggal Dewata Cengkar, rakyat kemudian menobatkan Ajisaka sebagai raja di Medang Kamolan.

Pada saat Ajisaka memerintah Medang Kamolan, muncullah seekor naga yang mengaku bernama Jaka Linglung. Menurut pengakuannya, dia adalah anak Ajisaka dan saat itu sedang mencari ayahnya.

Melihat wujudnya, Ajisaka menolak untuk mengakuinya sebagai anak. Ajisaka pun berusaha menyingkirkan sang naga, tetapi dengan cara yang amat halus. Kepada sang naga, Ajisaka mengatakan akan mengakuinya sebagai anak, jika naga itu berhasil membunuh buaya putih jelmaan Dewata Cengkar di Laut Selatan.

Terdorong keinginan untuk diakui sebagai anak, Jaka Linglung pun menyanggupi permintaan Ajisaka untuk membunuh Dewata Cengkar. Jaka Linglung pun segera berangkat. Oleh Ajisaka, Jaka Linglung tidak diperkenankan melalui jalan darat agar tidak mengganggu ketenteraman penduduk. Sebaliknya, Ajisaka mengharuskan Jaka Linglung agar berangkat ke Laut Selatan lewat dalam tanah.

Singkatnya, Jaka Linglung pun sampai di Laut Selatan dan berhasil membunuh Dewata Cengkar. Sebagaimana berangkatnya, kembalinya ke Medang Kamolan pun Jaka Linglung melalui dalam tanah. Dan sebagai bukti bahwa dia telah berhasil sampai di Laut Selatan serta membunuh Dewata Cengkar, Jaka Linglung tak lupa membawa seikat rumput grinting wulung dan air laut yang terasa asin.

Beberapa kali Jaka Linglung mencoba muncul ke permukaan, karena mengira telah sampai di tempat yang dituju. Kali pertama dia muncul di Desa Ngembak (kini wilayah Kecamatan Kota Purwodadi), kemudian di Jono (Kecamatan Tawangharjo), kemudian di Grabagan, Crewek, dan terakhir di Kuwu (ketiganya masuk Kecamatan Kradenan). Di Kuwu inilah, konon Jaka Linglung sempat melepas lelah. Dan tempat munculnya inilah yang kini diyakini menjadi asal muasal munculnya Bledhug Kuwu.

Penulis : Barry Kusuma
Fotografer : Barry Kusuma & Archiaston Musamma
Lokasi : Des. Kuwu, Kec. Kradenan, Kab. Grobogan, Jawa Tengah